Aliansi Pemerhati Alam Rimba Indonesia (APARI) hadir sebagai respons atas keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia yang kian terpuruk.
Aliansi ini lahir dari inisiatif seorang aktivis Pemerhati lingkungan yang gigih, Amri Koto, yang berdomisili dekat jantung konflik lingkungan Kawasan Hutan seperti Kawasan TamanNasionalTessoNilo (TNTN) dan Hutan Suaka Margasatwa Kerumutan: Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Sebagai pendiri dari APARI,Amri Koto menegaskan posisinya sebagai “Pemerhati Lingkungan Alam Rimba Indonesia” yang bertekad melawan arus deras keserakahan yang telah memporakporandakan hutan tropis kita dan mengontrol alih fungsi kawasan hutan berubah jadi perkebunan kelapa sawit.
💔 Hutan Indonesia dalam Cengkraman Kerusaka
Riau, tempat Amri Koto berjuang, adalah salah satu wilayah yang paling merasakan dampak deforestasi dan ekspansi sawit.
Hutan Indonesia, yang merupakan paru-paru dunia dan gudang keanekaragaman hayati, menghadapi ancaman nyata dan berkelanjutan.
APARI menyoroti bahwa kerusakan ini sebagian besar dipicu oleh keserakahan manusia yang melakukan penjarahan hutan dan pengontrolan alih fungsi kawasan hutan untuk diubah menjadi perkebunan monokultur, terutama kelapa sawit.
”Perjuangan kami APARI dari kepedihan melihat rimba tempat kami hidup mulai hilang, ditukar dengan hamparan hijau homogen yang merusak ekosistem.
Riau adalah bukti nyata bahwa keuntungan ekonomi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kelestarian lingkungan,”
Konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit adalah isu krusial yang menjadi fokus utama APARI. Praktik ini tidak hanya menghilangkan tutupan hutan secara permanen, tetapi juga membawa dampak berantai yang mengerikan:
*Menghancurkan Habitat Satwa Langka: Mengancam keberadaan spesies endemik yang mendiami hutan Sumatera, seperti Orangutan, Harimau Sumatera, dan Gajah Sumatera.
*Memicu Bencana Ekologis: Khususnya pembukaan lahan gambut yang memicu kebakaran hutan (karhutla) tahunan, menyebabkan kabut asap transnasional,Banjir dan menyumbang besar pada emisi gas rumah kaca.
*Konflik Agraria dan Sosial: Merampas hak-hak masyarakat adat dan lokal yang secara turun-temurun bergantung pada hutan sebagai sumber kehidupan dan budaya.
🛠️ Peran dan Visi Perjuangan APARI
Didorong oleh pengalaman langsung Amri Koto di garis depan, APARI mengambil langkah konkret untuk memperjuangkan keadilan lingkungan dan keberlanjutan alam rimba Indonesia:
1. Advokasi Kebijakan dan Hukum: Mendesak pemerintah untuk menerapkan moratorium izin baru di lahan gambut dan kawasan hutan primer, meninjau ulang izin-izin perkebunan sawit yang bermasalah, dan memastikan penegakan hukum yang tegas terhadap perusak lingkungan.
2. Aksi Lapangan dan Pemantauan: Melakukan pengawasan independen terhadap praktik-praktik kehutanan dan perkebunan di lapangan, serta mendokumentasikan pelanggaran lingkungan.
3. Penguatan Komunitas: Memberdayakan dan mendampingi masyarakat adat serta petani kecil dalam upaya mereka mempertahankan hutan dan mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
APARI menyerukan bahwa menjaga hutan adalah investasi jangka panjang untuk stabilitas iklim, ekonomi, dan sosial bangsa. Mereka memperjuangkan filosofi bahwa pembangunan berkelanjutan harus menempatkan kelestarian alam rimba di atas segala-galanya.
🤝 Mari Bergabung dalam Aksi Nyata
Perjuangan Aliansi Pemerhati Alam Rimba Indonesia, yang berakar kuat di Riau melalui Amri Koto, adalah perjuangan kita semua. APARI menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk:
*Mendukung inisiatif restorasi hutan, terutama di lahan gambut yang rusak.
*Mendorong akuntabilitas perusahaan agar praktik bisnis mereka tidak merusak lingkungan.
*Menjadi bagian dari solusi dengan mendukung produk-produk yang bersertifikat lestari dan menuntut transparansi dalam rantai pasok.
Dengan bersatu, kita dapat mendukung upaya APARI dan memastikan alam rimba Indonesia tetap menjadi warisan berharga, dan bukan sekadar cerita pilu tentang hutan yang hilang akibat keserakahan.
Penulis: Amri Koto










