Konflik Satwa di Siak: Satu Blok Mes PT Rara Abadi Hancur Diamuk 13 Gajah Sumatra

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

SIAK,(AlamRimba.com) – Suasana pagi di Desa Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, berubah mencekam pada Minggu (22/2/2026). Kawanan gajah sumatra liar berjumlah 13 ekor dilaporkan merangsek masuk dan merusak kompleks perumahan karyawan PT Rara Abadi.

​Dalam insiden tersebut, satu blok bangunan yang terdiri dari lima petak mes karyawan dilaporkan hancur total. Tak hanya menyasar bangunan, kawanan satwa bertubuh besar ini juga menginjak-injak sejumlah sepeda motor milik pekerja hingga mengalami kerusakan berat.

Kepanikan luar biasa terekam dalam sebuah video amatir berdurasi 38 detik yang viral di media sosial. Terlihat para karyawan berlarian menyelamatkan diri sembari berteriak histeris saat kawanan raksasa tersebut mendekat.

Baca Juga:  BBKSDA Riau Pastikan Lokasi Harimau Viral Berada di Jantung Konservasi TN Zamrud

​”Pak Supri masih di dalam loh, istrinya tak bisa keluar!” teriak salah seorang karyawan dalam rekaman tersebut, menggambarkan situasi genting saat gajah mengepung kediaman mereka. Beruntung, meski kerusakan material cukup masif, otoritas setempat mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, langsung memberikan respons tegas terkait insiden ini. Menurutnya, peristiwa ini bukan sekadar konflik biasa, melainkan sinyal dari alam yang sudah mulai terusik.

Baca Juga:  Penyidik Gakkum Kehutanan Sidik Pemilik Kebun Sawit Ilegal di Dalam Kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang

​”Alam sudah bereaksi sendiri. Gajah-gajah liar ini kemungkinan besar merasa terganggu karena aktivitas perusahaan berada tepat di jalur perlintasan (koridor) mereka,” ujar Afni.

​Mantan jurnalis yang kini menjabat sebagai kepala daerah tersebut menilai, kejadian ini merupakan bukti nyata menyempitnya batas ekologi antara habitat satwa liar dan kawasan industri di Kabupaten Siak.

​Sebagai langkah lanjut, Pemerintah Kabupaten Siak segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BBKSDA, untuk melakukan penanganan di lapangan serta menyusun langkah mitigasi jangka panjang guna mencegah konflik serupa terulang kembali di masa depan.###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel alamrimba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pelalawan H.Zukri Hadiri Buka Puasa Bersama Muslimat NU, Tausiyah oleh Abdul Somad
Bupati Pelalawan dan Badan Gizi Nasional Matangkan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis
Gajah Riau Tewas Mengenaskan, Kapolda: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Penjahat Lingkungan!
Tragis! Gajah Sumatra Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Area Konsesi PT RAPP Pelalawan
Pimpin Operasi Dini Hari, Polwan Ditreskrimsus Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Kayu Suaka Margasatwa Kerumutan
Di Tengah Program Green Policing, Polda Riau Mulai Sikat Perambah Hutan Pelalawan
Sinergi Gakkum Sumatera dan Satgas PKH Amankan Pelaku Pembalakan Liar di Kawasan Konservasi TNTN
Dampak Pelanggaran Lingkungan, Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan di Sumatra
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:33 WIB

Bupati Pelalawan H.Zukri Hadiri Buka Puasa Bersama Muslimat NU, Tausiyah oleh Abdul Somad

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:19 WIB

Konflik Satwa di Siak: Satu Blok Mes PT Rara Abadi Hancur Diamuk 13 Gajah Sumatra

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:35 WIB

Bupati Pelalawan dan Badan Gizi Nasional Matangkan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:14 WIB

Gajah Riau Tewas Mengenaskan, Kapolda: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Penjahat Lingkungan!

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:41 WIB

Tragis! Gajah Sumatra Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Area Konsesi PT RAPP Pelalawan

Berita Terbaru