Krisis Air Bersih Nasional: 60% Sungai di Indonesia Tercemar

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,(Alamrimba.com) – Sekitar 60 persen sungai di Indonesia saat ini berada dalam kondisi tercemar, sebuah fakta mengkhawatirkan yang diungkapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dan mengancam berbagai sektor vital negara.

Pencemaran sungai ini merupakan akibat dari berbagai sumber, mulai dari aktivitas industri dan pertanian yang masif, hingga limbah domestik dan perilaku masyarakat yang membuang sampah ke sungai.

Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup mencatat lebih dari 60% sungai di Indonesia telah tercemar, hal ini disampaikannya dalam acara Hari Air Dunia ke-33 yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum pada Senin, 16 Juni 2025.

Baca Juga:  Pemkab Pelalawan Galakkan Penghijauan, Ratusan Pohon Ditanam di TPU KM 55

Menteri Hanif menyoroti bahwa dalam tiga tahun terakhir, sungai-sungai besar strategis di Indonesia seperti Citarum, Brantas, Musi, dan Batanghari mengalami penurunan kualitas yang signifikan. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan pesat kawasan industri selama periode yang sama, menimbulkan ketimpangan kualitas air yang mencolok.

Dampak dari pencemaran air sungai ini sangat luas dan merugikan. Hanif menjelaskan bahwa kondisi ini akan menghambat upaya ketahanan pangan nasional karena kualitas air untuk persawahan tercemar, yang pada akhirnya menurunkan produktivitas pertanian. Lebih jauh, potensi sungai sebagai sumber pembangkit listrik juga terancam, berdampak pada ketahanan energi nasional.

“Beberapa dampak dari tekanan air nasional yang telah kita rasakan, di antaranya terhambatnya ketahanan pangan dan energi, menurunnya kualitas kesehatan, akses air bersih, hingga meningkatnya bencana hidrometeorologi,” tegas Hanif.

Baca Juga:  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Hanif Faisol Nurofiq juga mengungkapkan bahwa enam dari sepuluh provinsi dengan kualitas air terburuk di Indonesia berada di Pulau Jawa. Buruknya kualitas air di pulau padat penduduk ini disebabkan oleh tingginya aktivitas masyarakat dan pesatnya pertumbuhan industri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, enam provinsi di Pulau Jawa yang memiliki kualitas air terburuk adalah Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara itu, empat provinsi lainnya dengan kualitas air terburuk adalah Lampung, Jambi, Nusa Tenggara Barat, dan Bengkulu.

Krisis pencemaran sungai ini memerlukan perhatian serius dan tindakan segera dari berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel alamrimba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hutan Lindung Tanjung Kasam Dijarah, Akar Bhumi Indonesia Desak Kementerian Kehutanan Bertindak Tegas
Serahkan Sertifikat Tanah 2025, Bupati Pelalawan Ingatkan Warga Tak Sembarang Jual Lahan
Sikat Habis! TNBS Musnahkan 98,8 Hektare Sawit Ilegal di Jantung Ekosistem Gambut
Kemenhut Perluas Kanal Aduan dan Perketat Pengawasan Peredaran Kayu di Sumatera
LHKP Muhammadiyah: Bencana Sumatra Bukan ‘Musibah Alam’, Tapi ‘Kejahatan Kebijakan’ Akibat Izin Eksploitasi Ugal-Ugalan
Hutan Riau Terancam, APARI Soroti Lemahnya Penegakan Hukum di Kawasan Hutan Suaka
Diduga Jadi Provokator Saat Sidang Lapangan, Seorang Ibu Rumah Tangga di Desa Sungai Buluh Dilaporkan ke Polres Pelalawan
GAKKUM KEHUTANAN TANGKAP KETUA KELOMPOK TANI JUAL 600 HEKTAR LAHAN KAWASAN TAMAN NASIONAL BERBAK SEMBILANG
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 00:33 WIB

Hutan Lindung Tanjung Kasam Dijarah, Akar Bhumi Indonesia Desak Kementerian Kehutanan Bertindak Tegas

Selasa, 6 Januari 2026 - 23:17 WIB

Serahkan Sertifikat Tanah 2025, Bupati Pelalawan Ingatkan Warga Tak Sembarang Jual Lahan

Minggu, 14 Desember 2025 - 00:35 WIB

Sikat Habis! TNBS Musnahkan 98,8 Hektare Sawit Ilegal di Jantung Ekosistem Gambut

Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:12 WIB

Kemenhut Perluas Kanal Aduan dan Perketat Pengawasan Peredaran Kayu di Sumatera

Minggu, 7 Desember 2025 - 23:23 WIB

LHKP Muhammadiyah: Bencana Sumatra Bukan ‘Musibah Alam’, Tapi ‘Kejahatan Kebijakan’ Akibat Izin Eksploitasi Ugal-Ugalan

Berita Terbaru