Terpantau Camera Trap, BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak dan Drone Thermal Evakuasi Harimau di Inhil

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 01:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

PEKANBARU,(Alamrimba.com) — Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus mengintensifkan upaya mitigasi serta evakuasi seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang terpantau beraktivitas di sekitar pemukiman warga Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

​Hingga Ahad (2/8/2026), tim di lapangan yang dipimpin oleh Bambang Santoso telah mengambil langkah taktis dengan memasang kandang jebak (box trap). Upaya ini dilakukan menyusul terekamnya satwa dilindungi tersebut melalui camera trap yang dipasang tim pada Rabu (29/7/2026) lalu.

​Humas BBKSDA Riau, Reni, menjelaskan bahwa berbagai langkah mitigasi terpadu terus ditempuh guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjamin kelestarian satwa liar tersebut.

Baca Juga:  Pererat Sinergi, Danrem 031/Wira Bima Lakukan Silaturahmi ke Kabupaten Pelalawan

​”Tim terus melakukan langkah-langkah mitigasi, sosialisasi intensif kepada masyarakat, serta pemantauan ketat terhadap pergerakan harimau. Kemarin, tim telah menyiapkan kandang jebak serta memperkuat pemantauan menggunakan teknologi drone thermal,” ujar Reni, Ahad (2/8/2026).

​Untuk memperkuat operasi di lapangan, BBKSDA Riau juga telah mendatangkan personel tambahan ke Desa Danai. Penggunaan drone thermal diandalkan untuk mendeteksi keberadaan harimau secara lebih akurat, khususnya pada malam hari atau di area dengan vegetasi yang rapat. Pemantauan berkala ini menjadi acuan penting bagi tim untuk menentukan waktu dan langkah evakuasi yang paling aman.

​Melalui kesempatan ini, Reni mengimbau masyarakat setempat agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari tindakan mandiri untuk mendekati atau menangkap satwa, serta segera melapor kepada petugas jika menemukan jejak baru maupun kemunculan harimau. Koordinasi cepat ini sangat krusial agar proses evakuasi berjalan lancar tanpa membahayakan keselamatan warga maupun satwa itu sendiri.

Baca Juga:  Penampakan Induk dan Anak Harimau Dekat SDN 016 Teluk Naga Resahkan Warga

​Sementara itu, Kepala Desa Danai, Halim, membenarkan bahwa proses penanganan konflik satwa liar ini masih berlangsung secara intensif. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BBKSDA, aparat kepolisian, dan warga setempat.

​”Warga bersama aparat kepolisian turut bahu-membahu membantu tim BBKSDA di lapangan dalam proses evakuasi harimau ini,” pungkas Halim. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel alamrimba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa dan Pelajar Jepang Belajar Konservasi Hutan Tropis di Riau
Tekan Angka Emisi dan Perindah Daerah, Pemkab Siak Tanam 5.050 Pohon Sepanjang 15 Kilometer
APARI Gelar Aksi Tanam Mangrove di Ampiang Parak Pesisir Selatan
Aksi Cepat Gakkum LHK Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal di Pelalawan, APARI: Usut Tuntas Hingga ke Pemodal
Polda Riau Bongkar Sawmill Ilegal di Kampar, Ratusan Kayu Disita dan Satu Tersangka Diamankan
Menguat Dugaan Illegal Logging di Pelalawan, Memantik Perhatian Tokoh Pemerhati Lingkungan Hidup dan Hutan
Sinergi Pemerintah dan Swasta, Kunci Percepatan Perbaikan Jalan Lintas Bono
Konflik Maut Harimau Sumatera di Pelalawan, BBKSDA Riau Evaluasi Ketat Prosedur Keselamatan Pekerja.
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 01:02 WIB

Terpantau Camera Trap, BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak dan Drone Thermal Evakuasi Harimau di Inhil

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:40 WIB

Mahasiswa dan Pelajar Jepang Belajar Konservasi Hutan Tropis di Riau

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:37 WIB

Tekan Angka Emisi dan Perindah Daerah, Pemkab Siak Tanam 5.050 Pohon Sepanjang 15 Kilometer

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:46 WIB

APARI Gelar Aksi Tanam Mangrove di Ampiang Parak Pesisir Selatan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:48 WIB

Aksi Cepat Gakkum LHK Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal di Pelalawan, APARI: Usut Tuntas Hingga ke Pemodal

Berita Terbaru